• [Review Series] Emily In Paris Episode 2

    Poster Emily In Paris

     

    Aku senang menjadi bebas dari pada menjalani kehidupan yang dapat diprediksi di Cina -Mindy-

    Episode 2 Emily in Paris mulai menceritakan masalah-masalah yang datang selama ia bekerja di Paris dan bagaimana ia mengatasinyya. Pada awal scene terlihat Emily pada saat akan berangkat kerja menginjak kotoran anjing yang menunjukan pagi harinya diawali dengan hal buruh. Sampai di kantor Emily pun langsung disapa dengan perkataan kasar oleh teman kantornya yang Emily balas dengan tidak peduli.

    Emily lalu menawarkan strategi pemasaran kepada atasanya yang dibalas dengan tidak peduli oleh atasannya. Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena adanya perbedaan pendapat mengenai pendekatan pemasaran yang Emily terapkan dengan perusahaannya. Perusahaan tempat Emily bekerja melakukan kampanye yang sebelumnya digunakan. Disini terlihat bahwa perushaannya tidak melakukan pembaruan dalam strategi pemasaran. Saat mendiskusikan hal tersebut, Emily baru diberitahu bahwa pada malamnya akan diadakan pesta. Terdapat hal menarik pada scene tersebut dimana Emily terlihat kebingungan dengan kata la dan le dalam bahasa perancis memiliki arti “the”.

    Pada pesta malam, Emily bertemu dengan Antoine, seorang pengusaha peracik parfum terbaik di Paris yang kelihatan memiliki ketertarikan kepada Emily. Hal tersebut ditunjukan dengan Antoine mendatangi Emily yang sedang sendirian dan perkataan Antoine yang mengarah kepada “percintaan”. Pembicaraan mereka diawasi oleh sang atasan, Sylvie yang terlihat marah dengan pemandangan tersebut.

    Hari setelah pesta malam, di kantor, Emily diberikan pujian dan tawaran tugas oleh Brossard, salah satu atasannya, karena dirinya dipuji oleh pengusaha peracik parfum, Antoine. Pada membicarakan hal tersebut, Sylvie menginterupsi bahwa Emily sudah memiliki proyek untuk dikerjakan.

    Sylvie memberikan peringatan untuk tidak dekat dengan Antoine kepada Emily karena Antoine yang sudah memilki istri. Dibalik peringatan tersebut ternyata Sylvie merupakan selingkuhan Antoine. Hal tersebut ia ceritakan kepada Mindy, temannya, pada saat mereka bertemu untuk makan siang. Mindy menceritakan bahwa orang perancis mentoleransi perselingkungan. Saat mereka sedang makan, Emily kebetulan dipertemukan dengan Gabriel, lelaki yang tinggal di apartment yang sama dengan Emily. Gabriel ternyata merupakan koki di Restoran tempat mereka memakan steik.

    Ada cerita menarik pada saat Emily komplain terhadap kematangan steiknya. Disini terlihat Emily berusaha mendapatkan haknya sebagai pelanggan di restoran tersebut. Hal itu menunjukkan, dirinya sebagai pemerhati kepuasan “customer”.

    Pada episode ini ditunjukan Emily perlahan mulai terbiasa menjalani kehidupakn di Paris. Telihat dari scene Emily dengan toko roti langganannya semakin akrab dan Emily yang mulai terbiasa hidup di Paris.

    Menjelang akhir episode 2, Emily dihubungi oleh pacarnya yang berada di Chicago. Mereka membicarakan tentang waktu yang akan dihabiskan selama di Paris. Pacarnya berusaha mencari alasan agar putus dengan Emily dengan alasan tidak bisa menjalin hubungan jarak jauh. Diakhir pembicaraan tersebut keduanya putus.

    Emily kembali bekerja di kantornya. Pada saat bekerja Emily mengalami beberapa kesulitan yang membuatnya mengeluh dan hampir menyerah dalam pekerjaannya. Ia bertemu dengan Mindy dan menceritakan masalahnya.

    Di lain tempat, teman kantornya sedang makan siang bersama tanpa Emily. Pada saat itu mereka sedang membicarakan Emily lalu mendapat kabar bahwa Emily mendapat perhatian dari Macron. Pada saat itu terjadi, Emily sedang berjalan dan baru melihat mendapatkan kabar baik dari media sosialnya karena salah satu postingan tentang proyek yang sedang dikerjakan mendapatkan perhatian dari Brigitte Macron. Emily melewati restoran tempat teman kantornya makan siang lalu Emily dipanggil untuk bergabung dengan mereka. Siapakah Brigitte Macron???

    Note: Anyway, aku baru tahu kalau Lily Collins juga jadi producer nya >.<

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentar anda akan sangat membantu penulis untuk terus bersemangat dalam menulis :)